Model Jaket Bomber

Jaket Bomber Kpop

Model Jaket Bomber – Mungkin nama jaket ini sering banget kamu temukan dan kamu dengar. Tapi sebetulnya tahu ga kamu kenapa namanya itu dinamakan Jaket Bomber?

Jaman dulu jaket jenis ini dinamakan Flight Jacket atau dikenal juga dengan nama Bomber Jacket yang khusus dipakai oleh para pilot. Dulu para squadron menggunakan jaket bomber ini untuk seluruh kegiatan aviasi militer mereka.

Bombardier jacket yang digunakan para pilot pada jaman dulu, ternyata hingga sekarang masih tetap eksis meski bukan hanya di kalangan pilot saja. Namun juga pada kalangan umum.

Seorang perancang jaket ini bernama Leslie Irvin sebagai orang pertama yang membuat jaket bomber menggunakan kulit domba.

Kenapa Jaket Bomber Dipakai Oleh Para Pilot Militer?

Pada jaman dulu pihak militer tengah merancang pakaian yang bisa melindungi pilot ketika berada didalam kokpit pesawat. Ini disebabkan pada jaman dulu masih banyak sekali jenis pesawat terbang yang tidak menggunakan kokpit pesawat yang tertutup. Namun hingga jaman sekarang jaket bomber ini masih ada dikalangan para militer udara meskipun penggunaannya tidak sewajib dulu ketika berada di dalam pesawat terbang.

Jaket Bomber Di Era Perang Dunia ke-1 dan ke-2

Pada jaman perang tersebut penggunaan jaket bomber sebagai jaket pilot dan kru terbilang sangat wajib. Dan berikut dibawah ini adalah beberapa ulasannya.

Model Jaket Bomber Perang Dunia ke-1

Amerika Serikat adalah negara pertama pada bulan september tahun 1917 menciptakan Aviation Cloating Board untuk US Army. Pendistribusian itu dikhususkan untuk para pilot pesawat militer yang dibuat dari kulit domba dengan bagian kerah yang lebar. Adapun pada bagian resleting jaket tersebut dibuat agar tidak dapat dimasuki angin, serta di lapisi bulu pada bagian manset dan pinggang agar memeberikan kenyamanan ketika dipakai dan memberikan rasa hangat.

Jaket Bomber Perang Dunia ke-2

Jaket Bomber Klasik yang dibuat oleh Leslie Irvin di tahun 1926 juga menggunakan kulit domba sebagai bahan luar utamanya. Dia juga mendirikan sejenis konveksi jaket di negaranya yang menjadi pendistribusian utama bagi Royal Air Force ketika perang dunia ke-2 berlangsung.

Kebayang, jualan jaket bomber ketika perang …

Ternyata, ketika perang dunia ke-2 permintaan produksi jaket terus meningkat dan semakin besar, hal tersebut menjadikan konveksi jaket bomber dia bekerjasama dengan beberapa kontraktor lainnya untuk memproduksi jaket bomber militer dalam jumlah banyak pada jaman itu.

Asal Usul Jaket Bomber ini dikarenakan perkembangan teknologi perang dijaman itu. Dari mulai meningkatnya operasi ketinggian terbang pesawat, sampai banyaknya jumlah serangan bom dengan daya ledak tinggi di Eropa pada jaman tersebut.

Karena tinggi terbang pesawat pada jaman itu mulai mencapai 25.000 kaki yang menyebabkan suhu didalam pesawat bisa mencapai kurang dari 50 derajat celcius, dan kabin pesawat dulu belum dirancang untuk bisa mengatasi suhu sedingin itu. Oleh karena itulah jaket tebal sebagai penghanggat menjadi salah satu unsur penting untuk para pilot dan kru pesawat ketika melancarkan operasi serangan udara. Dan, karena kegiatan perang bom udara ini lah istilah Jaket Bomber atau Bomber Jacket digunakan dan mulai dikenal pada masa tersebut.

Jaket Bomber Pasca Perang Dunia ke-1 dan Ke-2

Karena pada tahun 1917 jaket bomber ini di gunakan khusus untuk para pilot militer squadron udara dan kru pesawat. Jaket ini tentu menjadi lambang kebanggaan tersendiri setelah masa tersebut. Bisa jadi dikatakan sebagai simbol keberanian dan pahlawan ketika itu. Hal ini menjadi sangat nyata ketika ternyata jaket bomber ini mulai diminati oleh orang umum. Karena mulai menyebarnya jaket bomber pada orang umum, maka pihak militer mulai merancang kembali jaket bomber ini dengan model dan rancangan yang lebih canggih lagi. Sementara jaket bomber yang terkenal di kalangan umum pun berkembang dengan model dan jenis yang lebih bervariasi lagi disesuaikan dengan kebutuhan dan era pada jaman tersebut.

Jaket Bomber Militer Klasik

Banyak orang yang mencari dan menyukai model jaket bomber klasik ini sebagai barang koleksi maupun sebagai pakaian sehari-hari. Unsur sejarah didalamnya menjadi landasan kuat kenapa jaket bomber klasik ini sangat diburu dan dicari.

Jaket Bomber A-1

Mpdel Jaket Bomber A-1

U.S. Army Air Corps dengan resmi meluncurkan Model Jaket Bomber A-1 dengan nama Flight Jacket A-1 Pada tahun 1927. Jaket yang berbahan dasar kulit sebagai jaket penerbangan militer. Desain jaket bomber model A-1 mempunyai penutup depan serta saku dengan memakai kancing. Mempunyai kerah dari rajutan yang dikaitkan oleh kancing yang tertutup. Manset pada pergelangan tangan dan karet pada bagian pinggang.

Jaket Bomber A-2

Model Jaket Bomber A-2

Tepat pada 9 Mei 1931, Model Jaket Bomber A-2, Resmi dikeluarkan sebagai pembeharuan dari model sebelumnya yang mempunyai bahan dasar sama yaitu kulit. Jaket militer ini diuji coba pada 20 September 1930, tetpi telat didistribusikan oleh U.S. Army Air Corps ketika itu.

Bomber jacket Model A-2 ini pertama kali dibuatnya adalah untuk kebutuhan perang dunia ke-2 yang digunakan untuk pilot, navigator dan bombardier Angkatan Udara AS. Jaket inilah yang penuh ditempeli oleh patch skuadron dan coretan yang dicat dibagian belakang jaket. kerap disebut dengan nama bomber jacket, meskipun nama sebenarnya adalah Pilot’s Jacket dan pemakaiannya di era perang sangat terbatas jumlahnya, jadi tampak sangat ekslusif bagi pilot dan kru bomber pesawat militer.

Pada Jaket Bomber A-2 mempunyai desain yang sedikit mirip dengan A-1, Cuman pada bagian depan jaket ini memang diganti dengan resleting, dan kancing pengencang tersembunyi ada jaket tersebut. Jaket Pilot A-2 mempunyai kerah berbahan dasar kulit dengan model kemeja, dan kancing yang disetting secara tersembunyi. Juga mempunyai strap yang dijahit dibagian bahu.

Lalu, di tanggal 27 April 1943, tipe jaket bomber pilot A-2 disebutkan sebagai edisi terbatas yang hanya dapat diminta khusus untuk menggantikan in-service unit. Setelah itu, jaket yang didistribusikan sebagai unit baru adalah bomber jacket tipe B-10 dan B-15. Meskipun model asli A-2 dibatalkan setelah 12 tahun, namun tetap menjadi jaket penerbangan Amerika yang paling dikenali dan dicari.

Jaket Bomber G-1

Model Jaket Bomber g-1

Model Jaket Bomber G-1 adalah jaket penerbangan berbahan dasar kulit domba untuk jaket militer yang menggunakan kerah dilapisi dengan bulu pada masa perang dunia ke-2 yang digunakan oleh Angkatan Laut, Angkatan Darat dan Penjaga Pantai AS. Sedangkan Angkatan Udara AS menamakannya sebagai flight jacket A-2. Bomber jacket G-1 lebih dikenal sebagai jaket yang dikenakan oleh Tom Cruise dalam Film Top Gun.

Bomber Jacket G-1, didesain untuk menyerupai model A-2 milik Air Corps, oleh Angkatan Laut AS (U.S. Navy) pada tahun 1930-an. Kemudian di standarisasi pada tahun 1940 dengan nama M-422A. Lalu pada tahun 1943, oleh Army Air Forces dan Angkatan Laut AS dinamakan ANJ-3 (Army Navy Jacket 3) yang menggantikan tipe A-2.

Perkembangan jaket bomber G-1 diperkirakan pada tahun 1947 dan digunakan selama Perang Korea. Model ini bertahan hingga Tahun 1978, setelah Kongres AS membatalkannya sehubungan dengan daya tarik populer yang luar biasa, karena melanda sistem pasokan Angkatan Laut AS.

Popularitasnya berkembang menjadi simbol kehormatan, petualangan dan fashion. Bersama dengan model A-2, bomber jacket G-1 merupakan jaket penerbangan paling bersejarah dan terkenal di Amerika. Menjadi fashion item pada tahun 1986 setelah dipopulerkan pada Film Top Gun.

Jaket Bomber B-15

Jaket Bomber B-15

Jaket bomber model B-15 adalah pengganti dari jaket bomber model A-2 yang pada tahun 1943 dinyatakan sebagai edisi terbatas. Berbeda dengan A-2, model B-15 ini diproduksi menggunakan bahan nilon. Bomber jacket B-15 memiliki kerah wool dengan sedikit lapisan bulu, dua saku miring di bagian depan dan saku kecil di lengan, penutup resleting dan manset serta karet di bagian pinggang.

Jaket Bomber Model MA-1

Jaket Bomber MA-1

Jaket Bomber Model MA-1 pertama kali dibesut pada pertengahan 1950-an untuk pilot dan kru penerbangan Angkatan Udara dan Angkatan Laut AS. Jaket bomber MA-1 dan pendahulunya model B-15, awalnya dikembangkan dan diperlukan pada saat itu karena munculnya era pesawat jet yang memunculkan prosedur baru bagi kinerja, keamanan dan kenyamanan pilot.

Ketika belum lahir penemuan pesawat jet, jaket kulit berlapis bulu ditetapkan untuk personil penerbangan. Dengan kemampuan pesawat jet untuk bisa terbang lebih tinggi, mengakibatkan suhu jauh lebih dingin bagi pilot.

Jika jaket kulit yang berat dan besar tersebut basah atau terkena keringat, maka menyebabkan air akan membeku dalam ketinggian tertentu. Hal ini menyebabkan pilot menjadi kedinginan dan tidak nyaman.

Selain itu pesawat jet memiliki desain yang lebih ramping, dengan kokpit yang lebih sempit dan penuh peralatan baru. Kecepatan dan fleksibilitas pilot untuk masuk dan keluar kokpit, menjadi lebih utama bagi keselamatan. Oleh karena itu diperlukan jaket yang lebih ramping, ringan, namun tetap hangat.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dikembangkanlah jaket penerbangan dari model B-15. Saat itu model MA-1 terbuat dari bahan katun, tetapi kemudian diganti oleh bahan nilon berkualitas tinggi. Sebagai pengembangan dari model B-15, pada bomber jacket MA-1 kerah wool dengan lapisan bulu digantikan oleh karet, dikarenakan mengganggu strap yang digunakan oleh pilot.
Jaket bomber MA-1 biasanya terbuat dari bahan nilon flight silk dan biasanya memiliki lapisan dalam berwarna oranye, dengan tag spesifikasi dalam saku. Model terdahulunya memiliki lapisan dalam berwarna hijau dengan tag spesifikasi pada bagian leher. Pada bagian depan model MA-1 terdapat dua buah saku berpola miring di kanan kiri perut, dua buah saku di bagian dalam jaket dan satu saku kecil dengan resleting beserta pegangan alat tulis di bagian lengan kiri atas.

Versi jaket bomber MA-1 yang lebih ringan dikenal sebagai model L-2B, yang menggantikan kedua model asli, yaitu L2 dan L2A. Yang membedakan ketiga model tersebut dengan model MA-1 adalah terdapatnya skoder atau epaulette (kain untuk meletakkan pangkat di bahu) dan tidak memiliki saku di bagian dalam jaket.

Jaket Bomber Model MA-2

Jaket Bomber MA-2

Jaket Bomber Model MA-2 juga dikenal sebagai MA-2 atau CWU-45 flight jacket, merupakan versi lanjutan dari model MA-1. CWU adalah singkatan dari “Cold Weather Uniform”.
Istilah MA-2 adalah merek dagang dari Cobles Clothing Company. Istilah tersebut diadopsi pada akhir tahun 1980-an, ketika jaket militer CWU-45 mulai mendapatkan popularitas di street fashion. Istilah MA-2 menjadi sangat populer yang sekarang ini digunakan bergantian dengan CWU-45 untuk menyebut jaket tersebut.

Tidak sama dengan desain MA-1, pada model MA-2 memiliki saku kargo besar, kerah yang menjulur, dalaman yang senada dengan warna luar, ukuran yang lebih pendek di bagian pinggang serta biasanya terbuat dari bahan Nomex.

Model MA-2 sekarang ini digunakan menjadi jaket penerbangan militer, dengan model CWU-45P (untuk cuaca dingin) dan CWU-36P (untuk cuaca yang lebih hangat), dimana keduanya terbuat dari Nomex.

Jaket Bomber Sherling dan Mulai Terkenalnya Jaket Bomber

Jaket Bomber Sherling

Bulan April 1921, Letnan John A. Macready mencetak rekor dunia mengendarai pesawat dengan kokpit terbuka yang mencapai ketinggian 40.000 kaki. Dia menggunakan Jaket Bomber Sherling yang merupakan tambahan jaket bomber A-2 dan G-1. Jaket Bomber sherling dikenal sebagai jaket penerbangan terhangat, yang dilapisi oleh bulu.

Jaket Bomber Sherling pertama kali mendapat pengakuan pada tahun 1942, setelah Jendral Hap Arnold menolak model A-2. Jaket Bomber Sherling populer di militer sebagai jaket sintetis dan hingga sekarang masih dikenakan serta dikoleksi oleh penggemar army. Cakupan modelnya mulai dari bomber jacket B-3 dan M-445, katun twill B-series, sebagai jaket standar Angkatan Laut AS, seri CWU.

Model Jaket Bomber Tahun 1950-an

Tahun 1950-an setelah Perang Korea, terlebih setelah Perang Vietnam, jaket bomber MA-1 mulai dikenakan oleh masyarakat sipil. bomber jacket pun dikenakan oleh beberapa departemen kepolisian di Amerika Serikat karena memiliki desain dan fungsi yang kokoh.

Jaket Bomber MA-1 Vietnam War

Jaket bomber A-2 memperkuat popularitasnya karena sering terlihat dalam banyak film dikenakan oleh aktor legendaris, seperti Gregory Peck dan John Wayne. Kemudian dikenakan sebagai jaket motor, yang berkembang menjadi gaya sendiri yang berbeda. Jaket yang dikenakan oleh Henry Winkler dalam peran Fonzie di acara TV Happy Days juga merupakan variasi dari model jaket bomber A-2.

Jaket Bomber A-2 Henry Winkler

Jaket Bomber Yang Dipakai Presiden

Ketika awal tahun 2000 jaket bomber semakin terkenal karena dipakai oleh para seniman, musisi dan bahkan menjadi salah satu fashion Hiphop. Namun siapa sangka pada jaman tersebut pun para presiden menggunakan jaket bomber ini. George W. Bush dan Presiden Obama pada saat itu juga memakai jaket bomber ketika dalam acara pelantikan militer di Amerika Serikat.

Jaket Bomber Presiden Obama

Presiden Jokowi Menggunakan Jaket Bomber Tahun 2016

Pada tahun 2016 lalu Presiden Indonesia Joko Widowo pun memakai jaket bomber yang berhasil meningkatkan kembali populeritas jaket bomber di Indonesia.

Jaket Bomber Jokowi

Jaket Bomber Yang Terkenal Sekarang Ini

Jaket bomber memiliki kebangkitan popularitas selama tahun 2010-an di street fashion dan menjadi “iconic fashion” selebriti dunia seperti Kanye West. Arnold Schwarzenegger terlihat mengenakan bomber jacket model A-2 dengan lencana polisi di film The Last Stand (2013).

Terkenalnya jaket bomber sekarang ini, tidak terlepas dari turut andilnya para selebriti dunia yang yang menjadi “influincer”. Selebriti ini diantaranya adalah Kanye West dan David Beckham. Dua artis fenomel tersebut masing-masing memiliki Brand Fashion sendiri. Juga selebriti sekelas Brooklyn Beckham, Kendal Jenner dan Gigi Hadid memakai bomber jacket sebagai daily outfit mereka.

Jaket Bomber Gigi Hadid

Selain oleh selebriti dunia, bomber jacket juga banyak dikenakan oleh artis-artis Drama Korea yang notabene sekarang masyarakat kita sedang menggandrungi tren fashion korea atau istilah kerennya “K-Pop“.

Jaket Bomber Kpop

Di era tahun 2016 di seluruh dunia, model jaket bomber ini menjadi “Fashion Trend of The Year”. Salah satu buktinya adalah Google yang setiap tahunnya merilis laporan “Fashion Trend” berdasarkan kata kunci, “Bomber Jacket” merupakan yang paling banyak dicari. Di Inggris, angka pencariannya meningkat hingga 297 persen. Fantastisnya di Amerika, angka pencarian mencapai 612 persen.

Sekarang ini, jaket bomber biasanya dikaitkan dengan tipe MA-1 yang menjadi fashion essential mode di seluruh dunia, terutama di Amerika Serikat dan Jepang. Banyak produsen pakaian Amerika, yang sejak dahulu menjadi kontraktor militer kini memproduksi bomber jacket MA-1 dengan berbagai warna dan bahan jaket.

Summary
product image
Author Rating
1star1star1star1star1star
Aggregate Rating
5 based on 10 votes
Brand Name
Outlet Jaket
Product Name
Jaket Bomber
Price
IDR 250000
Product Availability
Pre-Order Only
Silahkan Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

You Might Also Like